Puisi

Chaos

di belakang jarak, kita kaca retak dan pertanyaan yang meringkuk berselimut bulan-bulan berlumut kemalangan   sedang keping waktu merambah sungai kecil mengalir ke sudut-sudut mata sampai ke pojok-pojok derita   malam memburu dan kita sibuk bertanya-tanya: kerinduan macam apa ini nikmatnya tak tanggung-tanggung begini   kita biarkan malam kewalahan mencari tawa kita yang sembunyi di […]

Chaos Read More »

Puisi

Aku Terima

aku terima seikat rambutmu bukan sebagai kenangan bukan pula sebagai puisi tapi sebagai doa   menjelma daunan mengantar pada dentum gema yang mengalir mengikuti arah selokan   pulang dan pergi mengetuk jendela baka entah pada musim berapa namamu dipahat dalam nisan kubur   2024 Zakiyyatul Fuadah lahir di Purworejo, Jawa Tengah. Alumnus Pondok Pesantren Sunan

Aku Terima Read More »

Puisi

Selamat Jalan Penyair

: Abdul Hadi WM   di teluk, malam pekat angka-angka tinggal rangka bulan berangsur luruh dalam gelap, gagak berteriak   mengatup sayap menyerahkan gerimis yang dipukul kapal-kapal   ke sebuah kabar : kematianmu berjalan menembus batas laut hingga tak seorang pun dapat mengejar   kuntum kemboja menyuruk ke arah dermaga terakhir tempatmu menemu sumber  

Selamat Jalan Penyair Read More »

Puisi

Krapyak Pukul Dua Dini Hari

akan kuberi tahu bagaimana udara membius kulitku pukul dua dini hari saat lampu-lampu telanjur enggan menyorot berita kematian yang berputar-putar di kepalaku   membisikkan kenyataan seorang penyair lebih dulu pergi setelah cinta telah selesai dirawat dalam sekali pelukan sehari dan Engkau, tolong kecup keningnya hingga ingar-bingar dunia takberani lagi menyentuh   sebab aku percaya Engkau

Krapyak Pukul Dua Dini Hari Read More »

Puisi

Elemental

aku senang kini adalah api. yang berani membakar ratap dan sedihku sendiri. jadi nyala yang menerangi kegelapan jurang dada. tempat paling kelam untuk memakamkan luka-luka silam yang sulit sembuh termasuk rohku yang malang. Sungguh aku merasa sangat kuat tanpa takut menuntun jiwaku yang pedih keluar dari sana; menyusuri rumput basah di pekarangan yang sudah lama

Elemental Read More »

Puisi

Murmurasi

burung-burung starling seperti kita; sendirian berarti mangsa   mari menggerutu atas nama cinta   berkumpul di angkasa melawan para pemangsa. kita menari-nari, menyanyikan lagu-lagu perlawanan. kepak sayap sebagai musik yang menyatukan perbedaan kita.   orang-orang terpana, orang-orang ikut menggumam. berbisik kepada musim dingin dan mengecup langit senja. betapa cinta yang berani menciptakan keindahan semesta.  

Murmurasi Read More »

Puisi

Arba’a

melahap ketaksaanmu. pada Rabu Kudus kirana tercipta sebagai cinta yang agung mengupas gelap pekat buana dan kezaliman-kezaliman masa lalu   Dia titipkan ke sepasang matamu agar kausaksikan Dia mendengar tutur lembut doa-doamu ; menyembuhkan luka-luka pada jiwamu   2023 BIODATA PENULIS M.Z. Billal lahir di Lirik, Indragiri Hulu, Riau. Menulis cerpen, cerita anak, dan puisi.

Arba’a Read More »

Puisi

Setelah Subuh yang Murung

setelah keberangkatanmu, aku dideru murung segalanya tampak janggal setiap kumasuki kamar untuk membangunkan Ibu, sekadar mengingatkan matanya yang kian bengkak aku semakin disekap murung yang gelap bias cahaya bagai penanda bayangmu tinggal remang mambang   oh, adakah benar tumpangan masa lalu setakat rasian atau ngigau orang-orang kehilangan   Pesisir Selatan, 2022   Arif Purnama Putra

Setelah Subuh yang Murung Read More »

Puisi

Kepergian yang Janggal

lihatlah, anakku, Ayah telah tanggal dari hidup Ibu ia melesat pulang seperti seorang bujang yang sudah menyelesaikan kerja tak dapat dilihat wajahnya, punggung pun tidak lihatlah, anakku, ayah telah memeramkan matanya tidak, bukan memerah memeramkan matanya dalam-dalam ia bukan tidur ataupun menakut-nakutimu yang menangis tengah malam ia telah tenggelam seperti nama-nama sebelumnya yang juga demikian;

Kepergian yang Janggal Read More »

Puisi

Darah Agar-Agar

tangis yang sedu setelah ia tersudu dipiuh ibu kulihat matanya setengah merah linang tak keruan berdiam aku katakan, jangan pura-pura nangis ibunya baru saja selesai menyeka darah dari tempat ia keluar baunya amis benar; darah agar-agar   Padang, 2023   Arif Purnama Putra lahir di Surantih, Pantai Barat Sumatra. Buku tunggalnya yang telah terbit Suara

Darah Agar-Agar Read More »

Puisi