di belakang jarak, kita kaca retak
dan pertanyaan yang meringkuk
berselimut bulan-bulan
berlumut kemalangan
sedang keping waktu
merambah sungai kecil
mengalir ke sudut-sudut mata
sampai ke pojok-pojok derita
malam memburu dan kita
sibuk bertanya-tanya:
kerinduan macam apa ini
nikmatnya tak tanggung-tanggung begini
kita biarkan malam kewalahan
mencari tawa kita yang sembunyi
di balik gerobak angkringan
juga di balik perkopian Surowajan
di sana, kopi tak berupa kopi lagi
melainkan rupa kita sendiri
tinggalkan semua sepi
beserta ampas-ampasnya
2024

Zakiyyatul Fuadah lahir di Purworejo, Jawa Tengah. Alumnus Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta yang sedang kuliah di Unsoed Purwokerto dan menjadi anggota tim asessor puisi di Sekolah Kepenulisan Sastra Peradaban UIN Saizu Purwokerto. Puisinya terpublikasi di pelbagai media cetak dan daring.


