Aku Terima

aku terima seikat rambutmu

bukan sebagai kenangan

bukan pula sebagai puisi

tapi sebagai doa

 

menjelma daunan

mengantar pada dentum

gema yang mengalir

mengikuti arah selokan

 

pulang dan pergi

mengetuk jendela baka

entah pada musim berapa

namamu dipahat

dalam nisan kubur

 

2024

Zakiyyatul Fuadah lahir di Purworejo, Jawa Tengah. Alumnus Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta yang sedang kuliah di Unsoed Purwokerto dan menjadi anggota tim asessor puisi di Sekolah Kepenulisan Sastra Peradaban UIN Saizu Purwokerto. Puisinya terpublikasi di pelbagai media cetak dan daring.