Kepergian yang Janggal

lihatlah, anakku, Ayah telah tanggal dari hidup Ibu

ia melesat pulang

seperti seorang bujang yang sudah menyelesaikan kerja

tak dapat dilihat wajahnya, punggung pun tidak

lihatlah, anakku, ayah telah memeramkan matanya

tidak, bukan memerah

memeramkan matanya dalam-dalam

ia bukan tidur ataupun menakut-nakutimu yang menangis tengah malam

ia telah tenggelam seperti nama-nama sebelumnya yang juga demikian;

kakekmu, ayahku, nenekmu, ibuku

lihatlah, anakku, yang memiuh tubuhmu seterusnya adalah aku seorang

lebih murung dari siang yang tiba-tiba hujan

lebih gamang dari perjalananmu menyebrang sungai tanpa tau berenang

sesudah ini, semuanya akan nampak canggung dan merasai

Pesisir Selatan, 2023

 

Arif Purnama Putra lahir di Surantih, Pantai Barat Sumatra. Buku tunggalnya yang telah terbit Suara Limbubu (2018) dan sebuah novel Binga (2019). Karya-karyanya pernah dimuat beberapa media, seperti Suara Merdeka, Haluan, Solopos, Rakyat Sultra, Minggu Pagi, Tempo, Kompas.id, dan Bacapetra. Sekarang, ia berkegiatan di komunitas Serikat Marewai, website marewai.com.