aku senang kini adalah api.
yang berani membakar ratap dan sedihku
sendiri. jadi nyala yang menerangi kegelapan
jurang dada. tempat paling kelam untuk memakamkan
luka-luka silam yang sulit sembuh termasuk rohku
yang malang. Sungguh aku merasa sangat kuat
tanpa takut menuntun jiwaku yang pedih
keluar dari sana; menyusuri rumput basah di pekarangan
yang sudah lama sekali tidak pernah dirasakan
oleh sepasang telapak kakiku yang kemerahan,
juga mencium aroma masakan ibu yang khas
dengan bumbu-bumbu yang selalu baru dipetik
dari kebun kasih sayang. yang tidak pernah habis
sampai kapanpun. yang juga paling manjur
sebagai ramuan penyembuh segala jenis luka
dan sejumlah kesedihan paling racun
yang pernah ada.
ah, Ibu.
dia semua unsur yang tercipta di alam semesta.
sebetulnya dia juga yang menyemai benih api
di dalam diriku pada hari-hari di masa kecil.
dia mengajariku menjadi air
ketika langit begitu terik dan mencekik.
dan menjadi udara yang lembut saat membisiki telinga
tentang kabar-kabar baik yang perlu dirayakan
dan kabar-kabar buruk yang perlu dipeluk
dalam damai dan rindu. serta menjadi tanah dan abu
ketika tiba waktunya melepas lelah dada dengan tidur.
hingga akhirnya aku tumbuh menjadi manusia
yang kerap diliputi rasa cemas, takut, dan tidak percaya
juga tak berdaya ketika semua unsur itu
malah berbalik menyerang diri sendiri.
rasanya aku adalah bom waktu yang bisa meledak kapan saja.
namun kini, sekali lagi aku sudah menjadi api
yang membakar diriku yang sedih dan tidak berani.
menjadi abu yang ditiup angin, lalu lesap ketika
aku menjelma jadi hujan yang turun deras sekali
menghantam sisi utara, ke bagian tubuhku yang tandus
dan gersang; kepalaku yang dahulu adalah kota tua
asing dan ditinggalkan
sampai akhirnya telah kuat aku berteriak
keras kepada langit yang tak pernah berhenti menatapku:
“biar aku menyatukan semua ini,
biarkan semua ini bersatu ke dalam aku.”
2022

BIODATA PENULIS
M.Z. Billal lahir di Lirik, Indragiri Hulu, Riau. Menulis cerpen, cerita anak, dan puisi. Buku-bukunya yang telah terbit berupa novel remaja berjudul Fiasko (2018), kumpulan puisi berjudul Cara Kerja Perasaan (2022), dan kumpulan cerpen berjudul Sebuah Tempat di Tepi Lelap (2022). Karya-karyanya juga dimuat di berbagai media cetak dan digital, serta sejumlah antologi nasional.


