BB SULTRA DAN UM KENDARI JAJAKI PEMANFAATAN UKBI BAGI MAHASISWA

Kendari, 28 Januari 2026–Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (BB Sultra) dan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) menggelar pertemuan strategis guna membahas penguatan mutu kebahasaan di lingkungan akademik pada 28 Januari 2026. Salah satu poin krusial dalam pertemuan yang berlangsung di UMK ini adalah rencana pemanfaatan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif sebagai salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa UMK.

Kepala BB Sultra, Dewi Pridayanti, menyatakan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi merupakan langkah vital dalam membumikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Menurutnya, standardisasi kompetensi mahasiswa sangat diperlukan sebelum mereka terjun ke masyarakat.

“Kami berharap UMK dapat mendorong pemanfaatan UKBI sebagai standar kompetensi bahasa yang terukur sebelum memasuki dunia kerja sehingga alangkah baiknya jika UKBI dijadikan sebagai salah satu syaratnya,” jelas Dewi dalam pertemuan tersebut.

Usulan ini disambut positif oleh Wakil Rektor IV Bidang Penguatan Kerja Sama, Inovasi, dan Bisnis UMK, Muhammad Dikman Maheng. Ia menilai langkah ini akan menjadikan alumni UMK memiliki kemampuan berbahasa yang layak, profesional, serta memiliki nilai tambah saat bersaing di dunia kerja.

Selain fokus pada mahasiswa, Muhammad Dikman Maheng juga menekankan urgensi peningkatan kompetensi bagi internal kampus. Ia mengusulkan adanya pelatihan kebahasaan yang menyasar dosen dan tenaga kependidikan.

“Pelatihan ini penting, tidak hanya untuk dosen, tetapi juga tenaga kependidikan karena berkaitan erat dengan kualitas perwajahan lembaga dan tata naskah dinas atau korespondensi yang dikeluarkan oleh UMK,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga merumuskan perluasan kerja sama dalam produk kebahasaan spesifik. UMK mempertimbangkan kolaborasi pengembangan kamus bidang ilmu yang sesuai dengan potensi daerah dan fokus studi kampus, seperti bidang pertanian dan perikanan. Hal ini diharapkan dapat memperkaya perbendaharaan istilah teknis dalam bahasa Indonesia.

Rencana kolaborasi strategis ini juga mencakup sektor penerjemahan, pelatihan bagi pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk mendukung internasionalisasi kampus, serta program digitalisasi dan alih wahana bahan bacaan guna menciptakan media pembelajaran yang lebih interaktif.