Kendari, 29 Januari 2026– Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (BB Sultra), Dewi Pridayanti, menyambangi kantor Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Kendari pada 29 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mematangkan program bersama LPP RRI Kendari terkait pengawasan dan pengutamaan bahasa Indonesia. Kepala LPP RRI, Iwan Martono, bersama jajarannya menyambut baik kedatangan Kepala BB Sultra yang ditemani staf bidang literasi dan penerjemahan.
Dalam pertemuan tersebut, Dewi Pridayanti menekankan pentingnya penyegaran kembali kepada masyarakat mengenai penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya di ruang publik. Menurutnya, media penyiaran seperti RRI memegang peran strategis sebagai corong edukasi kepada masyarakat luas.
”Kami melihat perlunya sebuah program penyegaran dalam penggunaan dan pengawasan bahasa Indonesia di ruang publik. Sinergisitas dengan RRI diharapkan dapat memperluas jangkauan sosialisasi ini agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya tertib berbahasa,” ujar Dewi dalam penjelasannya di Kantor LPP RRI Kendari.
Program yang dibahas tersebut dirancang untuk merespons fenomena penggunaan bahasa di ruang publik yang dinilai masih perlu pembenahan. Selain aspek pengawasan, kolaborasi ini juga akan menyasar aspek pembinaan melalui konten-konten siaran yang edukatif dan persuasif, serta dapat memanfaat sumber-sumber bacaan yang ada diterbitkan oleh BB Sultra. Selain itu, program bersama ini juga dapat menyasar kepada komunitas, terutama komunitas sastra dan literasi yang selama ini menjadi mitra BB Sultra. “Pemberdayaan komunitas sastra dan literasi dalam program bersama bisa juga dilakukan dengan berbagi pengalaman antar komunitas pada dialog-dialog interaktif sehingga dapat menjadi praktik baik antarkomunitas,” tambahnya.
Kepala LPP RRI Kendari menyambut positif inisiatif tersebut. Sebagai lembaga penyiaran publik, RRI berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah, termasuk dalam upaya pemartabatan bahasa negara di wilayah Sulawesi Tenggara. Rencana kolaborasi ini diharapkan dapat segera direalisasikan dalam bentuk program siaran interaktif maupun layanan masyarakat yang fokus pada kaidah kebahasaan sehingga wajah bahasa di ruang publik Sulawesi Tenggara menjadi lebih tertib dan bermartabat. Program-program yang telah dilaksanakan pada tahun 2025 pun dapat diperkuat kembali pada tahun ini, seperti mini darama (sandiwara radio), gelar wicara, dan publikasi kegiatan.







