Uji Keterbacaan Buku Cerita Anak Dwibahasa Bahan Penerjemahan

Kendari, 26 dan 28 s.d. 31 Agustus 2023—Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (KBST) melaksanakan kegiatan Uji Keterbacaan Buku Cerita Anak Dwibahasa Bahan Penerjemahan. Kegiatan ini merupakan salah satu proses dalam rangkaian program penyusunan bahan penerjemahan pada tahun 2023 oleh Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Penerjemahan. Kegiatan ini diadakan di lima sekolah yang berada di Kota Kendari, yaitu SDN 39 Kendari, SMPN 2 Kendari, MTs Pesri, SDS Kingdom Academy, dan MI Al Fath. Peserta kegiatan ini sebanyak 30 orang, setiap sekolah berjumlah 6 orang yang terdiri atas 2 orang guru dan 4 orang siswa. Kegiatan yang diadakan selama 5 hari ini bertujuan untuk melihat keterbacaan dan keberterimaan cerita serta dapat dijadikan dasar evaluasi sebelum buku dicetak melalui kuesioner yang dibagikan kepada para peserta. Hasil dari kuesioner-kuesioner pada kegiatan ini akan menjadi bahan evaluasi agar dapat menghasilkan buku cerita anak dwibahasa yang bermutu bagi generasi muda penerus bangsa.

Terdapat 29 buku cerita anak dwibahasa yang diuji keterbacaannya. Kedua puluh sembilan buku tersebut merupakan karya penulis-penulis Sulawesi Tenggara yang telah mengikuti pembinaan pada kegiatan Lokakarya Penyusunan Bahan Penerjemahan pada bulan Mei lalu. Buku-buku tersebut merupakan buku dwibahasa daerah—Indonesia yang terdiri atas bahasa Tolaki, bahasa Muna, bahasa Wolio, bahasa Moronene, bahasa Wakatobi dialek Tomia, dan bahasa Cia-cia.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah/madrasah yang menjadi lokasi kegiatan. Seperti ungkapan yang senada dari setiap kepala sekolah/madrasah tersebut terkait buku-buku yang menjadi sampel pada kegiatan Uji Keterbacaan Buku Cerita Anak Dwibahasa ini, yaitu terkait penguatan literasi, pelestarian bahasa daerah, dan pemanfaatan media pembelajaran, terutama untuk pelajaran mulok di sekolah.