
Sejak tahun 2015, pemerintah mencanangkan sebuah gerakan dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat yang dikenal dengan Gerakan Literasi Nasional. Untuk menyukseskan gerakan ini, Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara mengambil peran dengan memperkaya bahasa literasi melalui sayembara penulisan cerita anak, penerbitan Majalah Media Glitera, penerbitan buku cerita rakyat, dan pelaksanaan kerja sama dengan media massa dalam memuat karya-karya tulis yang berkaitan dengan literasi.
Untuk lebih memantapkan program ini, dilakukan kerja sama dengan beberapa komunitas sastra dan taman bacaan masyarakat (TBM) untuk membina anak-anak dan remaja dalam meningkatkan minat baca dan tulis. Komunitas-komunitas tersebut, diantaranya, Pustaka Kabanti, TBM Meohai, TBM Tanjug Tiram, dan TBM Teluk Kendari.
