Sejarah Singkat

Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara diresmikan operasionalnya pada 5 Juni 2004 oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Drs. H. Yusran Silondae, M.Si. Keberadaan kantor bahasa di Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan tindak lanjut dari MoU (memorandum of understanding) yang ditandatangani oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, S.H. dan Kepala Pusat Bahasa, Dr. Dendy Sugono, pada Senin, 17 Februari 2003. Pada awalnya, pembentukan Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara dipelopori oleh HPBI Sultra pada tahun 1997. Usulan pembentukan kantor bahasa kemudian dikoordinasikan dengan Bapak Zalili Sailan sebagai Dekan FKIP UHO dan Koordinator Pembina Bahasa Indonesia Sulawesi Tenggara. Tahun 1999, proposal yang diajukan mengenai pendirian kantor bahasa mendapat respons positif dari Kepala Pusat Bahasa, Dr. Hasan Alwi.

Tahun 2001 pembentukan Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara mendapat persetujuan dari Pusat Bahasa dan selanjutnya dilakukan pembenahan staf administrasi, termasuk penunjukan kepala kantor. Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai unit pelaksana teknis (UPT) Pusat Bahasa (sekarang Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa) di Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi salah satu sarana Badan Bahasa untuk mengimplementasikan visi dan misi di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah. Dalam MoU yang ditandatangani bersama oleh Gubernur Sulawesi Tenggara dan Kepala Pusat Bahasa dinyatakan bahwa pemerintah daerah telah membantu menyediakan fasilitas tanah seluas 10.000 meter persegi untuk pembangunan gedung kantor bahasa di Kompleks Bumi Praja, Anduonohu, Kendari.

Operasional awal Kantor Bahasa Prov. Sulawesi Tenggara dibantu oleh staf (tenaga honorer) sebanyak tiga orang. Pada tahun 2004, staf kantor bahasa bertambah menjadi tujuh belas orang.  Selanjutnya, pada 2010 jumlah staf bertambah hingga 33 orang. Pada tahun 2004—2006 pelaksana harian Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara adalah Dra. Dad Murniah, M.Hum., semula bekerja sebagai staf peneliti dan pembantu pimpinan di Pusat Bahasa, Jakarta. Kemudian, periode 2006—2009 Kepala Kantor Bahasa Prov. Sultra dijabat oleh Drs. Haruddin, M.Hum. Tahun 2009—2013, Kantor Bahasa Prov. Sulawesi Tenggara dipimpin oleh Prof. Dr. Hanna, M.Pd. yang berasal dari Universitas Haluoleo, Kendari. Setelah Pak Hanna menjabat sebagai Kepala LPMP Sulawesi Tenggara, kantor bahasa dipimpin oleh pelaksana tugas (plt.) Kepala Kantor Bahasa Prov. Sultra, H. Muhammad Nasir, S.H., M.M. Tahun 2016—2020, kantor bahasa dipimpin oleh Dr. Sandra Safitri Hanan, M.A. Setelah Ibu Sandra menjabat sebagai Kepala Balai Bahasa Prov. Sulawesi Tengah, pada pertengahan tahun 2020—Mei 2022, Kepala Kantor Bahasa Prov. Sultra dijabat oleh Dr. Herawati, S.S., M.A. Sejak pertengahan tahun 2022 hingga sekarang, Kepala Kantor Bahasa Prov. Sultra dijabat oleh Dr. Uniawati, S.Pd., M.Hum.

Awalnya, Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara berlokasi di salah satu gedung perlengkapan Dinas Informasi dan Komunikasi Sultra yang saat itu menjadi ruang Satpol PP, tepatnya di Anduonohu. Lokasi tersebut diperoleh atas bantuan pemerintah daerah melalui Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara. Namun, karena kondisi ruangan yang dianggap kurang memadai, Kantor Bahasa Prov. Sultra akhirnya dipindahkan ke Kompleks Taman Budaya, Jalan Saranani, Nomor 193, Kendari. Sejak awal 2007, Kantor Bahasa Prov. Sulawesi Tenggara pindah ke Kompleks Bumi Praja, Anduonohu, kendari. Tahun 2008, pembangunan gedung Kantor Bahasa Prov. Sultra telah rampung dan dapat difungsikan. Pada tahun yang sama, gedung Kantor Bahasa Prov. Sultra diresmikan oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Nur Alam, S.E.