Uji Keterbacaan Buku Dwibahasa BB Sultra

Kendari, 25 Oktober 2024—Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (KBST) melaksanakan kegiatan Uji Keterbacaan Buku Terjemahan di Kota Kendari. Selain di Kota Kendari, kegiatan ini telah diadakan di empat kabupaten lain, yaitu di Kabupaten Bombana pada 8 Oktober 2024, di Kabupaten Muna pada 11 Oktober 2024, di Kabupaten Buton Utara pada 17 Oktober 2024, dan di Kabupaten Buton Selatan pada 21 Oktober 2024. Total peserta kegiatan ini sebanyak 125 orang dengan rincian 25 orang di setiap kabupaten/kota yang terdiri atas 10 siswa kelas IV dan V SD, 5 guru, 5 orang tua siswa, dan 5 perwakilan pihak-pihak terkait.

Terdapat 39 buku terjemahan yang diuji keterbacaannya. Seluruh buku tersebut merupakan karya penulis-penulis Sulawesi Tenggara yang telah mengikuti pembinaan pada kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan Cerita Anak pada bulan Mei lalu. Buku-buku tersebut merupakan buku dwibahasa (daerah-Indonesia)—bahasa daerah yang digunakan dalam buku ini, yaitu bahasa Tolaki, bahasa Muna, bahasa Wolio, bahasa Moronene, bahasa Wakatobi dialek Wanci, bahasa Kulisusu, dan bahasa Cia-cia.

Kegiatan ini merupakan salah satu proses dalam rangkaian program penyusunan bahan penerjemahan pada tahun 2024 oleh Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Penerjemahan. Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di tiap kabupaten/kota tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur keterbacaan dan keberterimaan cerita serta sebagai dasar evaluasi terhadap buku cerita sebelum buku dicetak.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak di setiap lokasi kegiatan. Buku-buku ini nantinya akan digunakan untuk penguatan literasi dan pelestarian bahasa daerah. Buku dwibahasa ini juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran oleh guru di sekolah untuk pelajaran mulok. Pembelajar BIPA juga dapat memanfaatkannya untuk diplomasi kebahasaan melalui karya sastra.