Buton Selatan dan Bombana, 23 Februari 2024 –Selama 1 hari, dua tim dari Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara diterjunkan untuk melakukan survei kebutuhan bahan penerjemahan di Kabupaten Buton Selatan dan Bombana. Survei dilakukan sebagai langkah awal dalam pelaksanaan kegiatan penerjemahan penyusunan buku dwibahasa (daerah-Indonesia) tahun 2024.
Di Buton Selatan, tim pelaksana memusatkan pertemuan di SMAN 4 Sampolawa untuk berdiskusi langsung dengan guru, anggota komunitas, dan pihak-pihak terkait sekaligus mengumpulkan data-data untuk dijadikan salah satu dasar pelaksanaan kegiatan penerjemahan.
Di Bombana, tim pelaksana berkoordinasi dengan beberapa pihak, yaitu Sekretaris Perpusda Kabupaten Bombana, beberapa calon penulis cerita, dan panitia lokal. Hal tersebut dilakukan agar memudahkan tim melakukan survei. Selanjutnya, tim berdiskusi dengan beberapa tokoh masyarakat, pemda, calon penulis, dan anggota komunitas terkait proses penyusunan naskah cerita anak dwibahasa sebagai produk penerjemahan. Di samping itu, panduan yang memuat syarat dan ketentuan penyusunan naskah cerita anak dwibahasa tahun 2024 juga dijelaskan kepada calon penulis.
Nantinya, semua penulis yang telah direkomendasikan dari kedua kabupaten tersebut akan mengikuti bimbingan teknis penulisan cerita anak dwibahasa secara virtual Mei mendatang.




