Peningkatan Kompetensi Guru dalam Rangka Revitalisasi Bahasa Daerah

Kendari, 12 s.d. 16 dan 19 s.d. 23 Mei 2024—Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan Peningkatan Kompetensi Guru Utama sebagai rangkaian program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) tahun 2024. Kegiatan yang diadakan di Azizah Syariah Hotel Kendari diikuti oleh 252 orang guru SD/MI dan SMP/MTs yang merupakan penutur jati bahasa Tolaki. Mereka berasal dari tujuh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara, antara lain, Kendari, Konawe, Konawes Selatan, Konawe Utara, Kolaka, Kolaka Timur, dan Kolaka Utara. Kegiatan ini diadakan dalam dua tahap, setiap tahapan diikuti oleh 126 orang guru.

Selama 5 hari, mengikuti peningkatan kompetensi dengan materi Kebudayaan Tolaki, mendongeng, menulis cerpen, berpidato, bernyanyi, dan berkomedi Tunggal. Para pakar (praktisi) dihadirkan untuk menjadi narasumber, seperti Sartian Nuriamin (menulis cerpen), Asmuddin (berpidato), Frans Lakarama (berkomedi tunggal), Kiki Reskiyana (mendongeng), dan Iqbal Piagi (menyanyi). Tidak lupa pula, dihadirkan maestro bahasa Tolaki dari Lembaga Adat Tolaki (LAT) untuk menguatkan materi terkait dengan lokalitas orang Tolaki. Pada tahap pertama, maestro yang dihadirkan ialah Sultrawan Liambo (DPP LAT Prov. Sulawesi Tenggara), Abd. Haris Rahim (LAT Kab. Kolaka), Bastian (LAT Kab. Konawe Utara), dan Hasmadin (LAT Kab. Kolaka Timur). Sedangkan, pada tahap kedua, dihadirkan Basrin Melamba (LAT Kota Kendari), Masmur Lakahena (LAT Kab. Kolaka Utara), Ajemain Suruambo (LAT Kab. Konawe), dan Hasmadin (LAT Kab. Kolaka Timur).

Pada tahap pertama, 12—16 Mei 2024, kegiatan peningkatan kompetensi diikuti oleh guru dari empat wilayah, yaitu Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Kabupaten Kolaka, dan Kota Kendari. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala KBST, Uniawati. Ia menyampaikan bahwa RBD sudah dilaksanakan sejak 2021 di beberapa daerah. “Setiap tahun, jumlah pelaksana RBD meningkat dan pada tahun ini, terlaksana di 30 provinsi dan salah satunya di Sulawesi Tenggara,” jelasnya. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa RBD merupakan implementasi dari program Merdeka Belajar episode 17 yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa daerah. Ia juga berharap para guru yang mengikuti kegiatan ini dapat memiliki persepsi, pemahaman, dan komitmen untuk mengimplementasikan pembelajaran bahasa daerah dengan melaksanakan pengimbasan kepada siswa.

Ia juga menjelaskan terkait dengan pemilihan bahasa Tolaki sebagai bahasa sasaran RBD tahun ini, “Pemilihan bahasa daerah Tolaki (sebagai bahasa sasaran revitalisasi) atas dasar pertimbangan dan hasil analisis sintesis yang dilakukan oleh KKLP Pelindungan dan Pemodernan Kantor Bahasa Prov. Sultra. Berdasarkan kajian vitalitas yang telah dilakukan, diperoleh data daya hidup bahasa Tolaki yang berada pada status terancam punah.” Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan terima kasih pada LAT yang telah memberi kontribusi yang besar dalam upaya merevitalisasi bahasa Tolaki.

Hadir pula dalam pembukaan kegiatan ini Mashur Masie Abunawas, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) LAT Provinsi Sulawesi Tenggara. Mashur mengatakan bahwa status bahasa Tolaki saat ini dalam keadaan yang mengkhawatirkan, anak-anak tidak mampu berbahasa Tolaki, bahkan dalam percakapan sehari-hari. Apalagi di Kota Kendari yang etnisnya sangat heterogen. Jadi, atas nama LAT, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara karena telah melaksanakan kegiatan revitalisasi bahasa Tolaki. Ia juga berpesan kepada para guru untuk mengikuti kegiatan ini dengan semangat dan sebaik-baiknya karena semua akan kembali sekolah-sekolah mengajarkan bahasa Tolaki kepada peserta didiknya.

Selain itu, pembukaan kegiatan tahap pertama ini dihadiri juga oleh Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Prov. Sultra, Junaifdin Pagala; Kasubag Umum dan Humas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Sultra, Wa Ita; dan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Isdjan Roland.

Pada tahap kedua, 19—23 Mei 2024, guru yang diundang berasal dari Kabupaten Konawe, Kolaka Utara, Kolaka Timur, dan Kota Kendari. Kegiatan peningkatan kompetensi dibuka oleh oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Saemina. Ia mengapresiasi penyelenggaraan peningkatan kompetensi guru utama ini dan berharap dapat berefek positif bagi masyarakat. Selain itu, ia juga berharap kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan berkelanjutan. “Pada kesempatan ini juga saya mengingatkan agar seluruh tokoh dan pemangku dapat berkolaborasi dalam penerapan praktik revitalisasi bahasa daerah. Perlu campur tangan para pakar dan maestro dalam menjalankan revitalisasi bahasa daerah ini supaya benar dan hasilnya maksimal. Selain itu, kerja sama antarpemerintah daerah dan DPP LAT dalam perumusan kebijakan juga penting untuk menyesuaikan program revitalisasi bahasa Tolaki,” ungkapnya.

Turut hadir dalam acara pembukaan, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Isdjan Roland; Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Konawe, Andang Masnur; dan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kolaka Utara, Sadaruddin.