Kendari, 16 Oktober 2023–Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, Uniawati, berkunjung ke Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara. Kunjungan ini sekaligus sebagai langkah koordinasi kongres internasional yang akan dilaksanakan pada November 2023. Rencananya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bekerja sama dengan KBST akan melaksanakan Kongres Internasional IV Bahasa-Bahasa Daerah Sulawesi Tenggara pada 21 s.d 22 November 2023. Peserta kongres ini adalah pegiat dan pemerhati bahasa dan sastra daerah, khususnya bahasa dan sastra di kawasan ini.
Dalam kesempatan ini, Uniawati, menekankan pentingnya regulasi dari pemprov terkait pelaksanaan kongres bahasa-bahasa daerah ini. Menurutnya, regulasi ini bisa dalam bentuk imbauan bahwa pelaksanaan kongres ini mejadi tanggung jawab pemerintah provinsi.
Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara, Andap Budhi Revianto, menyambut baik kerja sama yang dilaksanakan kedua instansi dan berjanji akan memberikan dukungan terbaik bagi kelancaran kongres ini.
Sulawesi Tenggara memiliki sembilan bahasa asli, yaitu Tolaki, Wolio, Muna, Morunene (Moronene), Cia-Cia, Lasalimu-Kamaru, Pulo (Wakatobi), Kulisusu, dan Culambacu. Selain itu, ada enam bahasa lain yang berkembang karena adanya migrasi ke Sulawesi Tenggara, antara lain, Bugis, Jawa, Sunda, Bajo, Bali, dan Sasak. Dengan berdasar pada Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa Daerah dan Sastra Daerah, Pemprov Sulawesi Tenggara sebenarnya telah memberikan peluang kegiatan-kegiatan pelestarian bahasa daerah sehingga diharapkan dengan sinergisitas antara kedua instansi ini dapat terus terjalin baik, khususnya untuk perkembangan bahasa dan sastra.




