Kiprah Kantor Bahasa Setahun Terakhir: Menata Langkah Strategis Untuk Lebih Maju

Sekelumit Permasalahan

Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara atau yang dikenal dengan sebutan Kantor Bahasa telah berdiri sejak tahun 2004. Selama kurang lebih 18 tahun, Kantor Bahasa telah turut berkontribusi terhadap pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra di Sulawesi Tenggara. Sayangnya, berbagai program yang telah dilaksanakan dengan melibatkan secara langsung masyarakat dari berbagai latar belakang profesi maupun segmen usia tidak cukup membawa lembaga ini dikenal secara meluas. Keadaan ini tentu saja menjadi sebuah ironi sebab dengan program-program kebahasaan dan kesastraan yang telah dilaksanakan secara masif seyogianya nama Kantor Bahasa maupun tugas dan fungsi utamanya tidak asing lagi bagi masyarakat yang ada di Sulawesi Tenggara. Faktanya, Kantor Bahasa hanya cukup dikenal oleh sebagian masyarakat yang berdomisili di wilayah perkotaan dengan informasi terbatas. Bagi masyarakat yang berada di daerah, di luar ibu kota kabupaten/kota, masyarakat sama sekali tidak tahu dengan keberadaan lembaga ini.

Berangkat dari fakta tersebut, penting untuk dilakukan evaluasi kelembagaan, baik terhadap pelaksanaan program-program kerja maupun strategi-strategi yang telah dijalankan, untuk membawa lembaga ini menjadi lebih dirasakan keberadaan dan kebermanfaatannya oleh masyarakat. Evaluasi ini bertujuan untuk mematangkan penyusunan program dan strategi pelaksanaannya agar benar-benar menghasilkan capaian sesuai dengan yang diharapkan.  Dari serangkaian evaluasi dan identifikasi yang dilakukan, setidaknya ada dua faktor yang cukup berpengaruh terhadap eksistensi dan popularitas lembaga ini, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Pertama, faktor internal. Faktor internal ini lebih didominasi oleh kurangnya kesadaran publikasi atas program-program yang diselenggarakan. Ada semacam kekhawatiran akan dianggap ria apabila mewartakan giat-giat yang dilaksanakan sehingga patut disayangkan bahwa program-program itu hanya dapat terekam secara terbatas oleh kalangan tertentu saja. Hal lain adalah pelaksanaan program yang tidak menyeluruh. Masih sangat banyak wilayah yang belum terjangkau oleh program-program Kantor Bahasa sehingga kebermanfaatan lembaga ini belum dirasakan secara utuh oleh masyarakat.

Kedua, faktor eksternal. Faktor ini berupa dukungan dari pihak luar, baik lembaga pemerintah, lembaga swasta, maupun masyarakat. Beberapa program kantor bahasa yang diharapkan dapat bersinergi dengan lembaga lain kurang mendapat respons dengan berbagai pertimbangan. Hal ini rupanya cukup berkontribusi terhadap kiprah dan kesuksesan pelaksanaan program Kantor Bahasa, khususnya dalam membawa kebermanfaatan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, perlu dibangun hubungan kemitraan dengan berbagai kalangan, baik lembaga pemerintah, swasta, pendidikan, komunitas, maupun masyarakat. Hubungan kemitraan ini sangat penting dalam rangka menguatkan dan meluaskan jangkauan sasaran pelaksanaan program serta dukungan dari berbagai pihak. Pada aspek tertentu, peran media juga menjadi sangat penting sebagai corong informasi kepada khalayak atas peran dan eksistensi Kantor Bahasa.

Menata Langkah Strategis

Atas dinamika persoalan yang dihadapi oleh Kantor Bahasa seperti tersebut di atas, sejak memasuki pertengahan tahun 2022, terhitung ketika saya mulai memimpin lembaga ini, pelaksanaan program-program mengalami perubahan arah dan strategi. Program penyuluhan kebahasaan dan kesastraan misalnya, mulai diarahkan pelaksanaannya ke pelosok daerah yang belum pernah dijangkau agar dapat benar-benar membawa dan membumikan lembaga ini hingga ke titik paling dekat dengan masyarakat. Memang tidak dapat dimungkiri bahwa luasnya cakupan wilayah kerja Kantor Bahasa dalam satu wilayah provinsi menjadi salah satu penghambat yang cukup signifikan untuk dapat dijangkau secara merata. Oleh sebab itu, sosialisasi dan publikasi secara masif dapat dijadikan sebagai salah satu langkah strategis dalam menggemakan program-program Kantor Bahasa agar makin dikenal dan dirasakan manfaatnya secara lebih luas. Pemanfaatan laman dan media sosial Kantor Bahasa secara optimal menjadi wadah sosialisasi dan publikasi program yang strategis sekaligus sebagai wujud keterbukaan informasi publik. Semua informasi dan aktivitas kelembagaan dapat diakses oleh masyarakat bahkan jika pun ada semacam keluhan atau aduan dapat pula disampaikan secara langsung melalui media sosial Kantor Bahasa dan akan segera ditindaklanjuti. 

Seiring dengan arah kebijakan baru Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, terdapat tiga prinsip utama yang menjadi dasar pelaksanaan program agar lebih bermanfaat, yaitu fokus, keberlanjutan, dan kemitraan. Berangkat dari tiga prinsip dasar ini, membangun kemitraan merupakan langkah strategis lainnya yang perlu diimplementasikan agar kegiatan yang terlaksana menciptakan dampak yang besar, termasuk berkolaborasi dengan dua unit pelaksana teknis Kemdikbudristek lainnya yang ada di Sulawesi Tenggara, yaitu Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru Penggerak (BGP). Kerja-kerja kolaborasi yang telah dibangun sepanjang tahun 2022 telah memperlihatkan hasil yang gemilang bahkan telah menoreh prestasi yang membanggakan, baik di tingkat wilayah maupun nasional. Misalnya, peringatan Bulan Bahasa yang diselenggarakan secara kolaboratif dengan Harian Rakyat Sultra telah mampu menumbuhkan euforia bahasa dan sastra di kalangan guru, siswa, dan masyarakat yang terlibat secara langsung. Capaian-capaian ini rupanya mampu membuat pandangan masyarakat berubah dan mulai memperhitungkan keberadaan Kantor Bahasa. Tidak sedikit orang yang tadinya tidak mengetahui tentang Kantor Bahasa dan program-programnya telah menjadi tahu dan bahkan memberi apresiasi yang baik terhadap keberadaan lembaga ini. 

Pengembangan Kantor Bahasa menjadi lembaga yang bermartabat dan bermanfaat ditunjang oleh tiga program prioritas yang diusung dalam renstra tahun 2021—2024, yakni literasi kebahasaan dan kesastraan, pelindungan bahasa daerah, dan penginternasionalan bahasa Indonesia. Tiga program prioritas inilah yang diimplementasikan dalam berbagai program kegiatan kebahasaan dan kesastraan.  Oleh sebab itu, sebagai bentuk sosialisasi dan evaluasi, menutup tahun 2022 yang lalu, Kantor Bahasa menggelar bincang literasi bahasa dan sastra bersama para mitra, di antaranya lembaga pemerintah, lembaga swasta, komunitas literasi, duta bahasa, media, organisasi profesi, dosen, dan mahasiswa. Selain untuk sosialisasi dan evaluasi, acara tersebut sekaligus untuk membuka ruang dialog antara Kantor Bahasa dan pihak-pihak terkait dalam rangka perencanaan program-program yang lebih baik ke depannya demi kemajuan lembaga. Apa yang telah dicapai oleh Kantor Bahasa setahun terakhir diharapkan dapat menjadi pemantik semangat menjalani awal tahun 2023 ini dengan kerja-kerja cerdas dan berkualitas. Semoga segala upaya dan niat baik yang dilakukan dapat membawa muruah lembaga ini semakin bermartabat sehingga keberadaan Kantor Bahasa dapat lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Sulawesi Tenggara.

Salam KUAT!

*Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara 

Sumber: Rubrik Bahasa, Sastra, dan Budaya di Harian Rakyat Sultra pada hari Senin,6 Februari 2022