Kendari, 25 November 2025—Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (BBP Sultra) menyelenggarakan Kemah Penulisan Cerita Pendek Bahasa Tolaki dan Bahasa Wolio. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Sebanyak 48 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 21—24 November 2025 di Hotel Plaza Inn Kendari. Peserta terdiri atas 32 siswa tingkat SD dan SMP serta 16 guru pendamping. Peserta Kemah Cerpen Bahasa Tolaki berasal dari enam kabupaten/kota, yaitu Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Kolaka, dan Kabupaten Kolaka Timur. Sementara itu, peserta Kemah Cerpen Bahasa Wolio berasal dari Kota Baubau dan Kabupaten Buton Selatan.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang bertindak sebagai pelatih sekaligus kurator cerpen. Mereka adalah Sartian Nuriamin dan Windarti Aprina untuk bahasa Tolaki, serta Amiruddin Ena untuk bahasa Wolio.
Kemah Penulisan Cerita Pendek ini dibuka oleh Kepala BBP Sultra, Dewi Pridayanti. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menumbuhkan minat sekaligus melestarikan bahasa daerah di Sulawesi Tenggara melalui para siswa. “Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana pelestarian bahasa daerah di Sulawesi Tenggara melalui anak-anak. Harapan kami, kegiatan ini dapat mewadahi upaya pelestarian bahasa daerah,” ujarnya.
Seluruh siswa peserta kegiatan ditargetkan mampu menyelesaikan minimal satu cerita pendek. Karya-karya yang terkumpul nantinya akan diterbitkan dalam sebuah buku antologi yang akan didistribusikan ke sekolah-sekolah.
Pada kegiatan ini, siswa juga diajak mengenal budaya dan lingkungan sosial masyarakat. Siswa diajak berkunjung ke Museum Negeri Sulawesi Tenggara, Perpustakaan Modern Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Masjid Al-Alam. Dari kunjungan tersebut diharapkan siswa mendapatkan inspirasi yang menarik sehingga dapat dituliskan dalam cerita-cerita mereka.











