Kendari, 14 Maret 2026—Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (BB Sultra) menggelar Kelas Intensif dan Pendalaman Materi Pemetaan Bahasa secara daring pada 13 Maret 2026. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala BB Sultra, Dewi Pridayanti, ini menghadirkan pakar linguistik dari Universitas Andalas, Prof. Dr. Nadra, M.S. sebagai narasumber utama untuk mengasah ketajaman tim pelaksana dalam memetakan bahasa daerah. Dalam sesi diskusi, perwakilan tim peneliti Balai Bahasa Sultra memaparkan hasil kerja lapangan terbaru beserta kendala yang dihadapi.
Menanggapi keluhan tersebut, Prof. Nadra menekankan pentingnya strategi pendekatan dan seleksi narasumber yang tepat sebelum melakukan wawancara kebahasaan. Menurutnya, kualitas data sangat bergantung pada karakter informan itu sendiri. “Jadi, penentuan informan ini juga perlu diperhatikan. Kalau informan itu orangnya terbuka, kita memperoleh data itu lebih mudah. Tapi kalau orangnya tertutup atau malu-malu, itu sulit bagi kita,” papar Prof. Nadra memberikan arahan teknis.
Ia menyarankan para pelaksana untuk lebih pandai mencairkan suasana dan melakukan tes kelancaran di awal untuk menemukan informan yang paling cerdas dan terbuka.Selain membahas teknik lapangan, Prof. Nadra juga menyoroti pentingnya ketelitian dalam menghitung perbedaan dialek secara linguistik (dialektometri). Ia juga mengingatkan Tim Pemetaan Balai Bahasa Sultra untuk mengecek dan memverifikasi secara manual data yang terkumpul berdasarkan hukum bunyi.
Melalui pembekalan intensif ini, diharapkan dapat meminimalisasi kesalahan identifikasi bahasa dan dialek, sehingga data kebahasaan yang terkumpul di wilayah Sulawesi Tenggara dapat terdokumentasi dengan akurat dan tervalidasi secara keilmuan.






