Pada tahun 2023, Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (KBST) kembali berencana menyiapkan buku bacaan untuk anak guna menunjang Gerakan Literasi Nasional di Sulawesi Tenggara. Melalui Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional Penerjemahan, dilaksanakanlah Lokakarya Penyusunan Bahan Penerjemahan yang diikuti oleh 30 orang yang terdiri dari penulis dan pengatak di Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang diadakan selama 3 hari ini, bertujuan agar bahan bacaan yang dihasilkan berkualitas dan sesuai dengan sasarannya, yaitu anak-anak.
Ketua panitia kegiatan ini, Dwi Pratiwi H., mengatakan, “Mungkin bahan bacaan yang dihasilkan tidak hanya dalam dwibahasa, tetapi dalam tiga bahasa; bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Namun, masih kami dilihat perkembangannya, apakah memungkinkan untuk membuatnya menjadi tribahasa atau tidak.”
Kepala KBST, Uniawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah berlangsung setiap tahun. Namun, ada sedikit perbedaan pada tahun ini. “Pada tahun lalu, kegiatan ini dirangkaikan dengan sayembara penulisan cerita anak berbahasa daerah, tetapi tahun ini, KBST menunjuk langsung penulis dan pengataknya. Tentu saja, penunjukkan ini dilakukan dengan sangat ketat sehingga penulis yang terpilih merupakan orang yang kompeten,” jelasnya dalam pembukaan kegiatan lokakarya ini.
Dalam lokakarya ini, dihadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Murti Bunanta, penulis dan pakar cerita anak, dan Valentina Kris Utami, ilustrator. Kedua narasumber akan memberikan materi terkait sastra anak, penulisan cerita anak, ilustrasi dalam bahan bacaan anak, praktik baik bahan bacaan anak, dan tentu saja akan berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan para peserta sehingga dapat dihasilkan karya-karya bermutu bagi generasi muda penerus bangsa.




