BB SULTRA DAN PEMDA WILAYAH TUTUR TOLAKI SEPAKAT TETAP DORONG PELESTARIAN BAHASA DAERAH

Kendari, 12 Maret 2026—Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (BB Sultra) menggelar Rapat Koordinasi Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) Tolaki pada 11 Maret 2026. Pertemuan yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom ini diinisiasi oleh Tim Kerja Pelindungan Bahasa dan Sastra BB Sultra.
​Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari berbagai dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten/kota wilayah tutur bahasa Tolaki. Wilayah tersebut meliputi Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Kolaka, Kolaka Utara, dan Kolaka Timur. Rapat ini bertujuan untuk menyinergikan langkah pelestarian bahasa daerah sebagai warisan budaya dan identitas.

​Kepala BB Sultra, Dewi Pridayanti, memimpin langsung pertemuan tersebut dan mempresentasikan kebijakan perlindungan bahasa daerah. Dalam pemaparannya, Dewi menyoroti kondisi terkini kebahasaan di Indonesia.
​Dewi juga memaparkan urgensi program RBD bagi bahasa Tolaki. Ia mencatat adanya penurunan status bahasa Tolaki berdasarkan studi vitalitas yang dilakukan pada tahun 2019 dan 2020. Saat ini, bahasa Tolaki tercatat memiliki sekitar 331.000 penutur yang tersebar di beberapa kabupaten. Untuk mengatasi hal ini, BB Sultra menguraikan tahapan revitalisasi yang mencakup koordinasi pemangku kepentingan, pelatihan guru, hingga penyelenggaraan festival bahasa.

​Terkait pelaksanaan program, Dewi menegaskan peran penting otoritas lokal. “Dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk memperkuat inisiatif bahasa daerah ini,” tegas Dewi, seraya menyoroti kewajiban pemerintah daerah dalam menerapkan langkah-langkah perlindungan.

​Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan kuat di antara para peserta untuk mendukung upaya revitalisasi bahasa di wilayah masing-masing.